Ngaji Seni dan Budaya di Sunan Drajat Kupas Dakwah Kultural Wali Songo

Ketua PW MDS RA Jatim, Agus H. Ahmad Kafabihi terlihat bersama Agus H. Anas Al-Hifni (Gus Anas), Agus Hafid Hakim, Dr. Nasihin, Rektor Unsuda dan tamu undangan lain pada Seminar Ngaji Seni dan Budaya Islam Nusantara di Hall Perekonomian Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Minggu (17/5/2026) pada pukul 10.00 WIB. (Image Source: rijalulansorjatim)

Lamongan – Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Majelis Dzikir dan Shalawat (LMDS) Rijalul Ansor Jawa Timur menggelar Seminar Ngaji Seni dan Budaya Islam Nusantara di Hall Perekonomian Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Minggu (17/5/2026) pada pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri kader GP Ansor dari berbagai daerah, santri, serta mahasiswa Universitas Sunan Drajat (Unsuda). Seminar ini mengangkat tema dakwah kultural dan nilai-nilai Islam Nusantara yang diwariskan para Wali Songo.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan selawat oleh Grup Selawat Al-Muktasimah Pondok Pesantren Sunan Drajat, kemudian dilanjutkan tahlil yang dipimpin Gus Hafid Hakim dari Pondok Pesantren Nurul Qadim.

Setelah itu, acara dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Wildan Ahsanun Najah. Peserta kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathan, dan Mars Ansor.

Direktur Bidang Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Agus Dr. H. Anas Al-Hifni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Drajat.

“Kami atas nama Pondok Pesantren Sunan Drajat mengucapkan selamat datang di Bumi Damai Sunan Drajat. Kami juga berterima kasih karena telah mempercayakan kegiatan ini dilaksanakan di tempat kami,” ujarnya.

Khidmat: Para hadirin yang terdiri dari kader Ansor dari beberapa daerah dan ratusan santri dan mahasiswa Universitas Sunan Drajat Lamongan. (Image Source: rijalulansorjatim)

Sementara itu, Ketua PW LMDS Rijalul Ansor Jawa Timur, Agus Dr. H. Ahmad Kafabihi, mengatakan bahwa seminar ini menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya dakwah yang ramah dan toleran di tengah masyarakat.

“Acara ini penting sebagai wadah edukasi di tengah maraknya kelompok yang mudah mengharamkan tradisi. Dakwah harus dilakukan secara ramah, solutif, dan toleran,” katanya.

Memasuki sesi inti seminar, Ketua Bidang Seni dan Budaya PW LMDS Rijalul Ansor Jawa Timur, Saiful Arif atau Gus Ipul, memaparkan strategi dakwah kultural Sunan Drajat dalam menyebarkan Islam di tengah masyarakat.

Menurutnya, Sunan Drajat mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebelum memberikan tuntunan agama.

“Orang yang lapar akan sulit menerima nasihat jika perutnya belum kenyang,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap kader Ansor dan para santri dapat memahami metode dakwah Islam yang humanis, damai, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Sunan Drajat, Nashihin, jajaran pengurus GP Ansor dari berbagai daerah, serta ratusan santri dan mahasiswa Unsuda.

Pewarta: Labibul Khayyis dan Abu Bakar Al-Ashabul
Editor: Mahirur Riyadl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *